Laman

Sabtu, 10 September 2011

Kandungan Gizi Buah Jengkol | Manfaat mengkonsumsi Jengkol

image:centroone.com
Tanaman jengkol sudah sejak lama ditanam di Indonesia. Tanaman ini  juga banyak ditemukan di Malaysia dan Thailand. Namun, asal-usul tanaman jengkol tidak diketahui dengan pasti. Di Sumatera, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, tanaman jengkol banyak ditanam di kebun atau pekarangan secara sederhana.
Di Indonesia, jengkol disebut dengan banyak nama, yaitu jengkol (Jawa), jaring (Sumatera), jaawi (Lampung), kicaang (Sunda), lubi (Sulawesi Utara), dan blandingan (Bali). Dalam dunia tumbuhan, tanaman jengkol diklasifikasikan dalam keluarga Leguminosae (Mimosaceae), marga Pithecellobium, dan jenis Pithecellobium lobatum Tanaman jengkol berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 10-26 meter.

Buah jengkol berupa polong berbentuk gepeng dan berbelit. Warna buahnya lembayung tua.  Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat yang mengandung biji ukurannya membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7 biji.Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap. Biji ini, terutama yang sudah tua, merupakan bagian tanaman yang paling penting dan paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan.
Di Indonesia, jengkol banyak dimanfaatkan sebagai masakan, misalnya di buat semur, gulai, sambal, maupun dijadikan kerupuk, rendang,  emping, dll. Namun, tidak semua orang menyukai buah ini karena baunya. Bagi penggemar jengkol, bukan hanya rasa yang bisa anda dapatkan, namun banyak juga manfaat gizi yang bisa anda dapatkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.  Secara lengkap kandungan gizi biji jengkol dapat dilihat sevagai berikut:

Komposisi Gizi per 100 gram Biji Jengkol:

  • Energi: 133 kkal
  • Protein: 23,3 g
  • Karbohidrat: 20,7 g
  • Vitamin A: 240 SI
  • Vitamin B: 0,7 mg
  • Vitamin C: 80 mg
  • Fosfor: 166,7 mg
  • Kalsium: 140 mg
  • Besi: 4,7 mg
  • Air: 49,5 g
  • vitamin C: 80 mg
  • protein: 23,3 g,  Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g.
  • zat besi: 4,7 g
  • kalsium: 140 mg
  • fosfor 166,7 mg

Penyebab Timbulnya bau pada jengkol:

Bau tak sedap pada jengkol disebabkan oleh asam-asam amino yang terkandung dalam biji jengkol. Asam amino didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur sulfur (belerang).  Ketika terdegradasi atau
terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino akan
menghasilkan berbagai komponen aroma yang sangat bau akibat pengaruh
sulfur tersebut.
Cara Mengurangi Bau jengkol
Bau pada jengkol dapat dikurangi melalui proses perendaman dan perebusan. Dengan, demikian kedua proses tersebut selain bermanfaat untuk melunakkan biji jengkol, juga berperan dalam mengurani bau tak sedap.
Penyebab keracunan Jengkol:
Hal yang menyebabkan keracunan jengkol adalah jika mengkonsumsinya secara berlebihan. bagi anda penggemar jengkol, konsumsilah dengan sewajarnya.
Gejala keracunan jengkol:
Gejala keracunan jengkol adalah: nyeri pada perut dan kadang-kadang muntah, serangan kolik dan nyeri waktu buang air kecil, urin berdarah, pengeluaran urin sedikit dan terdapat titik-titik putih seperti tepung, bahkan urin tidak bisa keluar sama sekali.
Keluhan pada umumnya timbul dalam waktu 5-12
jam setelah mengosumsi jengkol. Keluhan yang tercepat adalah 2 jam dan
yang terlambat adalah 36 jam sesudah konsumsi biji jengkol. Hal itu
terjadi karena kandungan asam jengkolat didalamnya.
Asam jengkolat merupakan salah satu komponen yang terdapat pada biji
jengkol. Kandungan asam jengkolat pada biji jengkol bervariasi,
tergantung pada varietas dan umur biji jengkol.
Asam jengkolat dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Penyebabnya adalah terbentuknya kristal asam jengkolat yang akan dapat menyumbat saluran air seni. Jika kristal yang terbentuk semakin banyak, lama-kelamaan
dapat menimbulkan gangguan pada saat mengeluarkan air seni. Bahkan,
jika terbentuk infeksi, akan menimbulkan gangguan yang lebih parah.
Cara Mengatasi Keracunan Jengkol:
  • Banyak-banyak mengkonsumsi air putih agar kadar asam jengkolat lebih encer, sehingga lebih mudah dibuang melalui urin. Jika keracunan bersifat kronis, dapat diatasi dengan memberikan tablet natrium bikarbonat sebanyak 4×2 gram perhari. obat penghilang rasa nyeri, ataupun pemberian injeksi natrium bikarbonat oleh dokter.
Cara untuk mengurangi asam jengkolat Pada Jengkol, yaitu sebagai berikut:
  1. jengkol sepi: Jengkol sepi adalah jengkol yang telah dikecambahkan, yaitu dibuat dengan cara memendam biji jengkol dalam tanah pada kedalaman sekitar 10 cm dan disiram dengan air setiap hari selama 14 hari, supaya berkecambah.
  2. rebus jengkol dalam larutan yang mengandung abu gosok (bass).
  3. Proses pemasakan ataupun perebusan dapat juga menjadi pilihan. Namun, proses pemanasan harus dilakukan secara sempurna, sehingga dapat mereduksi asam jengkolat secara signifikan. Biasanya proses perebusan berlangsung 6-7 jam sambil setiap kali dibuang buih-buihnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar