Laman

Sabtu, 27 Agustus 2011

Kriteria/Tanda Pacar Yang Layak Dijadikan Suami/Isteri (Untuk Menikah)


istri-idaman
Masa-masa pacaran adalah masa di mana seseorang berusa mempelajari, memahami, menelusuri, mengerti, meyakini serta mempersatukan tidak hanya dua hati yang berbeda menjadi satu, tetapi juga menyatukan dua keluarga besar dengan latar belakang yang berbeda menjadi satu kesatuan dalam jangka panjang. Pacaran yang buruk adalah pacaran yang hanya sebagai ajang main-main, uji coba, pamer dan pelampiasan nafsu sesaat saja.

Kawin/menikah bukanlah membeli kucing dalam karung dan harus penuh pemikiran dan pertimbangan agar kelak di kemudian hari tidak menyesal dan merasa salah pilih. Namun pacaran yang baik hanyalah sebatas perkenalan untuk menuju jenjang lebih lanjut bila lancar tanpa ditunggangi kontak fisik yang mengarah kepada zina. Berpacaran merupakan suatu kesepakatan pasangan laki-laki dan perempuan untuk sama-sama saling mengenal dan tidak akan berpaling ke lawan jenis lain sampai putus hubungan pacarannya. Sebelum nikah tetap tidak boleh ada hubungan kemesraan apapun layaknya suami istri sah.
Untuk mendapatkan kebahagiaan kita harus tepat dalam memilih pasangan suami maupun isteri. Sudah menjadi hak kita untuk memilih siapa yang akan mendampingi kita hingga Tuhan memisahkan. Salah memilih berarti antara hidup dalam ketidakbahagiaan atau cerai berai. Untuk itu ada beberapa ciri, tanda atau kriteria yang perlu kita cari dari seseorang yang sedang dekat dengan kita (pacar). Memang tidak ada manusia yang sempurna, namun usahakan tidak tertipu penampilan fisik yang cantik atau ganteng, tetapi lebih ke sifat-sifat dan perilakunya.
1. Jujur
Untuk melihat seberapa kejujurannya harus dimulai dari diri kita sendiri dengan jujur sejujur jujurnya kepadanya. Kalau berbicara dengannya gunakan gaya dan nada bicara yang sama kepada teman-teman biasa kita. Selama kita jujur diapun kita paksa untuk jujur dan terbuka untuk melihat siapa dia yang asli, apa saja kekurangan dirinya dan bagaimana sifat-sifat jeleknya. Jika dia tetap pura-pura jadi orang lain saat pacaran maka kita harus ekstra keras untuk mencaritahu siapa dia sebenarnya. Seorang pembohong tidak layak jadi pendamping hidup kita untuk mendapat bahagia.
2. Penilaian Kita dan Orang Yang Baik
Kita harus cari tahu siapa pacar kita sebenarnya dari pandangan orang lain karena cinta itu buta sehingga sehebat apapun kita jika jatuh cinta kita akan memandang kekasih kita tidak secara objektif. Dari pandangan kita pun juga harus menilai dia sebagai orang yang baik dalam arti yang luas. Lihat kehidupan keseharian pacar kita apakah bertanggung-jawab atau tidak.
3. Setia Sampai Mati
Perhatikan kenapa dia mau menjadi pendamping hidup kita. Apakah karena harta, penampilan fisik, orang tua, desakan pihak lain, iseng, atau yang lainnya. Bolehlah kita tes pacar kita untuk melihat seberapa setia dengan kita. Suami/istri yang baik harus bisa menjadi sahabat terbaik kita baik saat sehat maupun sakit, kaya maupun miskin, muda maupun tua, cakep maupun jelek, suka maupun duka. Playboy dan playgirl tidak layak jadi pasangan hidup karena hanya akan menyakiti hati kita.
4. Beriman dan Bertakwa
Orang yang percaya Tuhan dan melaksanakan perintah serta tidak melakukan larangan Tuhan adalah orang yang layak dijadikan pasangan hidup. Jangan tertipu, karena banyak orang yang ibadahnya kuat bisa jadi kelakuannya seperti setan. Hindari menikah dengan orang yang beda agama yang dapat memberi permasalahan di kemudian hari. Lihat bagaimana perilaku doi selama ini sesuai dengan aturan agama kita atau tidak.
5. Tidak Bodoh dan Sehat Jasmani Rohani
Lihat latar belakang pendidikannya dan bagaimana dia berkomentar terhadap suatu hal, serta bagaimana menyelesaikan suatu masalah. Seorang lulusan s2 belum tentu pintar dan seorang lulusan sd bisa jadi sangat jenius dalam berfikir. Carilah pacar yang sehat secara fisik dan mental dalam jangka panjang. Jika perlu saling cek kesehatan agar saling terbuka dan tidak menyalahkan satu sama lain jika nantinya ada masalah kesehatan yang cukup serius.
6. Andal
Lihat bagaimana pencapaian hidup dia selama ini apakah hidup mandiri atau mengandalkan bantuan orang lain di sekitarnya. Apakah nantinya dia mampu hidup dalam tekanan di berbagai sisi kehidupan atau justru hanya menyusahkan kita karena mudah menyerah. Jika dia mudah stress atau manjadi tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka lihat apakah kita mampu mengembalikan dia ke keadaan semula atau tidak secara cepat dan tepat. Jika kita sulit mengatasi dirinya sebaiknya jangan dinikahi dan cari yang lain. Tes juga dia bagaimana mengatasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi di masa depan.
7. Tidak Melakukan Tindakan Bodoh Berulang
Manusia terkadang tahu sesuatu itu tidak baik, tetapi tetap melakukannya seperti merokok, kriminil, minum minuman keras, judi, berbuat dosa, selingkuh, memakai narkoba, gaya hidup tidak sehat, doyan berantem, boros, dan lain-lain. Lihat apa saja tindakan bodohnya dan larang dia untuk melakukannya lagi. Jika tetap dilakukan sebaiknya putuskan saja pacar kita cari pacar lagi yang lebih baik. Pasangan yang baik harus bisa hidup hemat dan mengorbankan diri untuk mendapatkan sesatu yang penting. Kesehatan jiwa dan raga adalah hal yang penting untuk mencapai kebahagiaan yang awet.
-----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar