Laman

Minggu, 20 November 2011

5 Olahraga Unik dan Langka

5 Olahraga Unik Langka - Olahraga yang baik tentunya akan memiliki dua hal: 1. bahaya yang dibilang ‘lumrah’ dan tujuannya yang ‘nggak masuk akal’ hehehe.. Di Amerika berbagai cara sudah dilakukan untuk mengurangi level bahaya, bantalan, helm, dan berbagai alat lain yang dipakai untuk menghindari bahaya lebiy lagi. Maka kita coba liat, berbagai olah raga lain yang ada di dunia, yang walaupun bahaya tapi tetap saja masih menarik untuk diikuti
The Cooper’s Hill Cheese Rolling and Wake
Dimana: salah satu sudut Kepulauan Inggris
Gimana sih:
20 orang ‘atlet’ akan berkompetisi mengejar satu silinder keju yang menggelinding kebawah bukit.
Para atlet ini mendaki puncak bukit dan dari puncak tersebut, para atlet ini akan mengejar satu silinder keju Double Glouchester -yang sebenarnya tidak terlalu besar- yang digelindingkan dari puncak bukut. Para pengejar mendapat kesempatan untuk mengejar keju tadi persis 1 detik setelah keju tadi dilepaskan. Pemenang lomba ini adalah peserta yang berhasil menangkap silinder keju tadi. Sekedar informasi, bundaran keju tadi dapat mencapai kecepatan 70 mil per jam lho!

Asal mula:
Tidak ada yang tahu pasti mengenai awal game ini, tapi setidaknya game ini sudah berusia 200 tahun lebih!
Hurling
Dimana: Irlandia
Gimana Sih:
Semacam olahraga campuran hoki, sepak bola, rugby dan perang-perangan.
Game ini dimainkan dengan tongkat yang disebut hurleys atau “camáns” dan bola keras kecil. Dua tim yang terdiri dari masing-masing 15 orang berusaha mendapat skor dengan cara memukul bola sekeras mungkin, di ketinggian terserah, dan dengan kecepatan sekencang mungkin! Bola yang dipukul kencang tadi dapat mencapai kecepatan 100 mil (160 km) per jam lho! Tapi tetap, entah bagaimana para ‘atlet’ hurler tidak mengenakan pakaian pengaman sama sekali!
Asal Mula:
Kemungkinan olah raga ini dulunya dikenal sebagai ‘perang-perangan’ yang kemudian entah bagaimana jadi olah raga yang lumayan mengerikan bagi orang sekarang.
Eukonkanto (Kejuraan Gendong Istri)
Quote:
Dimana: Finlandia
Gimana Sih:
Sang suami akan membawa istrinya di punggung dan berlari melalui berbagai rintangan khusus yang disediakan. “Istri” yang digendong ternyata bukan berarti istri beneran, istri beneran boleh, tetangga, boleh, siapa aja. Yang jelas akan ada lomba sepanjang 250 meter, dengan dua jebakan lompat dan dua jebakan air. Jika ‘istri’ anda jatuh, berarti anda mendapat hukuman selama 15 detik. Yang jelas, Dennis
Rodman yang pernah main di NBA-Chicago Bulls pernah ikutan lomba seperti ini lho!
Asal Mula:
Awalnya sih sebagai becandaan aja, tapi makin lama makin populer dan akhirnya jadi lomba khusus seperti ini.

Buzkashi
Quote:
Dimana: Asia Tengah, Afghanistan dan Kyrgyzstan.
Gimana Sih:
Olahraga Nasional Afghanistan, Turkmenistan dan negara-negara Asia Tengah, dengan dua tim berkendara kuda, dengan berusaha memperebutkan
domba mati sebagai semacam ‘bola’. Domba mati ini kemudian berusaha dilemparkan ke dalam semacam bak di belakang garis tertentu sebagai
gawang. Permaian ini dapat berlangsung beberapa hari lamanya.
Asal Mula:
Belum jelas, tapi dianggap sebagai olahraga untuk menjaga moral dan semangat pasukan tetap tinggi selama masa perang.
The Eton Wall Game
Dimana: Inggris, di Eton College.
Gimana Sih:
Game campuran antara rugby dan sepak bola ini dimainkan hanya dan hanya oleh sekolah yang satu ini, selama lebih dari 300 tahun! Lapangan? Di tempat yang sama, dimana terdapat tembok yang mulai melengkung ke dalam. Caranya sih nggak jauh beda seperti main rugby, gerbang A adalah gawang, pohon B adalah gawang, dan diantara gawang tadi ada tembok. Caranya ya bawa bolanya ke gawang. Masalahnya, cara bawanya tadi. Pemain yang bawa bola tadi akan dipojokin ke tembok oleh kedua tim dan akan diputer berame-rame sampai akhirnya berhasil bawa bola ke gawang. Dan selama diputer2 tadi, kadang bolanya lepas, kadang juga si pemain tergencet2 dan tergesek2 tembok.. mana yang duluan deh!
. O ya… Angka terakhir yang berhasil dicetak di olah raga ini adalah pada tahun 1909!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar